Sabtu, 20 Februari 2016

BUAT KAMU APAKAH ARTI REMAJA?


           
            Hai guys saya mau ngeshare nih sedikit tentang masa remaja yaitu masa penuh dengan tantangan, petualangan, kisah asmara, sampai juga kita bisa terjerumus dalam pergaulan bebas. Disaat inilah proses menjadi dewasa pun terjadi. Sayangnya banyak diantara kita menyia-nyiakan masa remaja tanpa memikirkan masa depan. Oleh sebab itu sebaiknya kita lebih mengisi masa-masa remaja dengan hal yang positif.
            Cinta dan seks merupakan masalah terbesar dari remaja. Seperti kehamilan di luar nikah dan akhirnya mengugurkan kandungan, perkawinan di usia muda, pitenyalahgunaan obat-obatan terlarang merupakan akibat dari petualangan cinta dan seks saat remaja. Sehingga masa depan mereka yang penuh dengan harapan hancur begitu saja akibat ulahnya sendiri.
            Nih saya mau kasih tips ala saya agar remaja-remaja saat ini lebih memikirkan masa depan :

1. Hati-hati dalam berpacaran
            Ungkapan kasih sayang tidak selalu diwujudkan dengan bentuk aktivitas seksual tetapi cukup dengan saling memberi perhatian, saling memberi dukungan dalam menggapai cita-cita.
2. Say no to seks!
            Intinya harus bisa jaga diri terutama untuk kaum wanita jangan sampai tergoda dengan kaum pria yang mengatakan bahwa seks adalah “bukti cinta”.
3. Kuatkan lah imanmu nak..
            Iman itu rem paling pakem dalam berpacaran. Jadi, kuatlah imanmu agar tidak mudah terhasut.
            Apabila kalian-kalian sudah terjerumus dalam lembah hitam ini yang harus dilakukan adalah :
1. Bertaubatlah
2. Perkuat iman dengan melakukan kegiatan keagamaan
3. Intinya sih say good bye lah untuk hal-hal yang merusak diri sendiri, masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik pinter-pinter milih aja. Masih banyak ikan di laut kok jangan sampai takut kehilangan pacar hahaha.

Minggu, 10 Januari 2016

Bibliografi

Debora Priscilla

22213095
3EB24

Universitas Gunadarma

Pengertian Bibliografi
          Bibliografi adalah daftar buku-buku dalam bidang atau subyek tertentu, di mana
hakekat
keberadaan (lokasi) buku-buku tersebut tidak dibatasi pada satu perpustakaan
tertentu. Bibliografi biasanya disusun menurud abjad pengarang atau kronologis atau
subyek.
Kadang-kadang bibliografi disertai dengan anotasi dan disebut dengan bibliografi
beranotasi.
          Tujuan bibliografi adalah membantu pemakai mengetahui eksistensi sebuah
dokumen atau mengidentifikasi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain sesuai dengan
keperluannya.

Fungsi Bibliografi

           Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada surnber dari pemyataan atau ucapan yang dipergunakan daiam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat, di mana pembaca dapat menernukan pemyataan atau ucapan itu.
           Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya, harus dicantumkan pula nomorhalaman di mana pemyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya untuk sebuah bibliografi harus memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Unsur–unsur Bibliografi
           Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiiografi itu, tiap penulis harus tahu pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibiiografi adalah:
  • Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
  • JudulBuku, termasukjudul tambahannya.
  • Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, dan tebal (jumiah halaman) buku tersebut.
  • Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.
          Ada penulis yang memberikan suatu daftar bibliografi yang panjang bagi karya yang ditulisnya. Namun untuk penulisan karya- karya pada taraf permulaan cukup kalau diusahakan suatu daftar kepustakaan dari buku-buku yang dianggap penting, dan sungguh- sungguh diambil sebagai pertimbangan atau dijadikan dasar orientasi bahan-bahan karya tulis itu.
          Jika daftar bibliografinya Lebih panjang, Maka biasanya akan dibuat daftar berdasarkan klasifikasinya. Ada yang membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, artikel ensiklopedi, harian, dll. Ada juga yang membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang digarap : buku-buku atau referensi dasar, bibiiografi pelengkap.

Penyusunan Bibliografi
·         Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
·         Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
·         Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
·         Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
·         Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Macam-macam Bibliografi
1.      Bibliografi sistematis/enumeratif (bibliografi yang biasa kita jumpai di perpustakaan)
       Merupakan hasil kajian terhadap buku dengan hasil berupa entri buku (bahan
sejenis) yang tersusun secara logis serta bermanfaat untuk keperluan
referens atau studi.
       Macam-macam bibliografi sistematis:
Bibliografi Nasional, mencatat dokumen yang terbit disuatu Negara. ex;
BNI
Bibliografi Universal, mencatat dokumen yang terbit di seluruh dunia.
Bibliografi Niaga, termasuk perdagangan buku serta catalog niaga. ex;
British Books in Print.
Bibliografi selektif/elektif, ex; World’s Best Books (Best Seller).
Bibliografi Incunabula (buku langka). ex; Indeks to the Early Printed Books
(Robert Proctor)
Daftar Skripsi, Tesis, Disertasi. ex; Bibliografi Skripsi Fakultas Adab dan
Humaniora tahun 2009.
Bibliografi Khusus (subyek tertentu), ex; Bibliografi Pertanian di Indonesia
Bibliografi Anonim dan Pseudonim, ex; Dictionary of Anonymous
Pseudonymous Literatur (S. Halket dan J. Laing)
Senarai Majalah, termasuk daftar majalah yang masih terbit, senarai
majalah retrospektif dan daftar lokasi. Ex; Ulrich’s International Periodicals
Dictionary, Indeks Majalah Ilmiah Indonesia.
Bibliografi Subyek, termasuk indeks dan abstrak. ex; Library and
Information Science Abstract, Bibliografi Bung Karno
Bibliografi Pengarang, ex; Muhammad Yamin: sebuah Bibliografi.
Bibliografi dari Bibliografi, Bibliografi Indeks, World Bibliografi of
Bibliografi.
2.       Bibliografi Analitis dan Kritis
        Bibliografi jenis ini mencakup kegiatan penelitian atas sifat fisik sebuah buku, yang sering menghasilkan keterangan tentang pembuatan dan sejarah buku. Bibliographer harus melakukan teknik evaluasi kritis. Jika dari sebuah buku
tidak ditemukan tentang informasi pengarang, edisi, tahun terbit dan tempat
terbit.
3.      Bibliografi Historis
       Merupakan kajian terhadap buku sebagai sebuah objek seni (seni tulis,
percetakan, iluminasi, penjilidan). Untuk mengkaji secara kritis novel abad-19
maka kita harus tahu situasi dan kondisi penerbitan/percetakan (semua yang
berkaitan dengan buku) pada waktu itu. Jadi bibilografi histories adalah usaha
untuk memahami buku dalam konteks dunia buku, kondisi social, budaya
yang ada pada masa itu.
Path Finder (panduan pustaka)
Path finder biasanya disusun oleh pustakawan dan petugas referens. Path
finder digagas oleh seorang Associate Director dari Library Development, Project
Intrex, Massachusets Institute of Technology (MIT) di America Serikat yang
bernama Charles H. Steven, gagasan tersebut kemudian dikembangakan oleh staf dari model library project.

Contoh Bibliografi
1. Bahan dari buku
Abdul Ghafar Taib (1991).  Dadah strategi dan kawalan di sekolah-sekolah. KualaLumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Asmah Haji Omar (2002).Setia dan santun bahasa. Tanjong Malim: Penerbit UniversitiPendidikan Sultan Idris.
Ismail Ahmad (1996). Penulisan saintifik. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.Paloutzian, R. F. (1996). Invitation to the psychology of religion. Boston: Allyn andBacon.
Sulaiman Masri dan Razali Ayob (2002). Komunikasi kewartawanan. Kuala Lumpur:Utusan Publication.
2. Dari buku yang diedit oleh editor.
Bronfen, E, & Kavka, M. (Eds) (2001). Feminist consequences: Theory for a new century. New York: Columbia University Press.
Davis, S. (Ed.) (1991).Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.Schoenfeld, A. H. (Ed.) (1987). Cognitive science and mathematical education. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Schoenfeld, A. H. (Ed.) (1992).Mathematical thinking and problem solving . Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Watzlawick, P. (Ed) (1984).The Invented Reality. New York: Norton.

Referensi :




Selasa, 17 November 2015

“  MATERI KARANGAN ”



Debora Priscilla
22213095
3EB24

Universitas Gunadarma

Karangan


 

1. Pengertian karangan
            Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.

2. Macam-macam karangan
a)      Karangan ilmiah
            Karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

b)     Karangan non ilmiah
            Karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

c)      Karangan semi ilmiah
            Karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah

3. Sifat karangan
a)      Karangan ilmiah
Ø  Lugas dan tidak emosional
Mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
Ø  Logis
Disusun berdasarkan urutan yang konsisten
Ø  Efektif
Satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
Ø  Efisien
Hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
Ø  Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

b)     Karangan non ilmiah
            Emotif yaitu sedikit informasi, kemewahan & cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis, Persuasif yaitu Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca, Diskriktif yaitu informatif se bagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat Pribadi, Kritik tanpa dukungan bukti yaitu tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadangkadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasa.

c)      Karangan semi ilmiah
            Ditulis berdasarkan fakta pribadi, Fakta yang disimpulkan subjektif, Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular, Tidak memuat hipotesis, Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah, Bersifat imajinatif, Situasi didramatisir, dan bersifat persuatif.

4. Ciri-ciri karangan
a)      Karangan ilmiah
Ø  Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
Ø  Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
Ø  Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
Ø  Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
Ø  Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
Ø  Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
Ø  Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
.
b)     Karangan non ilmiah
Ø  Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
Ø  Fakta yang disimpulkan subyektif.
Ø  Gaya bahasa konotatif dan populer.
Ø  Tidak memuat hipotesis.
Ø  Penyajian dibarengi dengan sejarah.
Ø  Bersifat imajinatif.
Ø  Situasi didramatisir.
Ø  Bersifat persuasif.
Ø  Tanpa dukungan bukti.

c)      Karangan semi ilmiah
Ø  Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
Ø  Fakta yang disimpulkan subjektif.
Ø  Gaya bahasa formal dan popular
Ø  Mementingkan diri penulis;
Ø  Melebih-lebihkan sesuatu;
Ø  Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.






Referensi :



“Softskill Bahasa Indonesia”

 

Debora Priscilla
22213095
3EB24

Universitas Gunadarma


Contoh Karangan Semi ilmiah :

Artikel :

Mengurangi Penggunaan Elektronik Sebelum Tidur

 
           
            Pada malam hari adalah waktu yang tepat untuk menonton serial favorit kita di TV, mengecek media sosial di tablet, atau main games di smartphone sambil bersantai. Seperti inikah kebiasaan yang anda sering lakukan? Jika ya, maka anda salah satu dari sekian banyak orang yang saat ini mengalami gangguan tidur akibat pancaran cahaya dari elektronik.
            Sejumlah studi di berbagai jurnal medis telah membuktikan bahwa gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan cahaya elektronik, terutama bagian biru dari spektrum, menghalangi produksi melatonin dalam tubuh. Melatonin adalah hormone yang membuat kita untuk tidur.
            Nah, smartphone, computer, tablet sekarang ini menggunakan light-emitting diodes atau sering disingkat menjadi LED, yang cenderung memancarkan cahaya biru. Bahkan, televisi dengan cahaya belakang LED juga menjadi sumber cahaya biru, namun karena televisi dilihat dari jarak jauh, maka efeknya lebih kecil, ujar Debra Skene of Surrey, Inggris.
            LED juga kini semakin popular sebagai penerang ruangan. Meski begitu, bohlam putih hangat dengan cahaya biru itu lebih sedikit bisa menjadi pilihan daripada bohlam putih dingin untuk malam hari. Untuk saat ini, solusi terbaik adalah menghindari perangkat elektronik yang memancarkan cahaya terang di malam hari.
            Oleh sebab itu, kurangilah penggunaan perangkat elekronik dan kurangi menggunakan handphone pada kondisi gelap, atau redupkan intensitas cahaya pada layarnya, dan berilah jarak aman pada mata karena dapat berbahaya juga untuk kesehatan mata kita karena radiasi yang tinggi. Bahkan, radiasi pada malam hari dapat membuat kita menjadi pusing, mual dan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya lainnya seperti kanker atau tumor otak, dan lain-lain. Maka dari itu, mulai sekarang kurangi bahkan jauhilah kebiasaan buruk tersebut.